‘Furoshiki’pembungkus tradisional jepang yang ramah Lingkungan

Furoshiki adalah salah satu budaya Jepang berupa kain untuk mengemas, menjinjing dan menyimpan barang-barang, kerap digunakan sebagai pembungkus hadiah, Furoshiki adalah kain segi empat yang dipotong dari sebuah gulungan kain, kedua sisi hasil potongan itu kemudian dijahit . Sisi inilah yang menjadi bagian atas dan bawah dari sebuah furoshiki, dan lebih pendek dari sisi lainnya. Bentuk ini membuat diagonalnya lebih mudah diatur sehingga bisa dipakai untuk membungkus beragam barang,terdapat 10 ukuran dari yang panjangnya 45 sampai 238 cm, untuk mendapat hail bungkusan terbaik biasanya ,benda yang ingin dibungkus berukuran sekitar sepertiga dari garis diagonalnya.

Advertisements

Tiger Woods Berpaling Kembali ke Buddhism

JAKARTA, Kompas.com — Saat melakukan pengakuan di depan publik, Jumat (19/2/2010), Tiger Woods banyak berbicara tentang pengaruh nilai-nilai agama Buddha dalam hidupnya.

“Mungkin banyak orang yang tidak menyadari, saya dibesarkan dengan nilai-nilai Buddha. Saya mempraktikkannya sejak masa kecil, sampai saya melupakannya beberapa tahun belakangan,” kata Woods dalam pernyataannya yang disiarkan televisi.

Ini merupakan pertama kali Woods muncul setelah menghilang selama tiga bulan. Woods mengalami masalah keretakan rumah tangga menyusul peristiwa tabrakan mobil di depan rumahnya pada 27 November 2009.

“Saat menjalani terapi, saya merasa pentingnya melihat kembali kehidupan spiritual saya dan menggunakannya sebagai keseimbangan dalam kehidupan profesional saya,” kata Woods. “Saya harus memulihkan keseimbangan dan berada di tengah untuk menyelamatkan hal-hal terpenting dalam kehidupan saya, perkawinan dan anak-anak saya,” kata Woods lagi.

Dalam beberapa kesempatan, Woods memang mengaku selalu menjalankan praktik meditasi dan mengunjungi kuil Buddha bersama ibunya, Kultida Woods, seorang wanita Thailand. Ia mengaku menghargai kepercayaan ibunya yang telah memberinya kemampuan untuk selalu fokus pada kehidupannya sebagai atlet golf dan dalam menjalani kehidupan.

Woods juga menyinggung mengenai Samsara, sebuah konsep tentang lingkaran penderitaan. “Nilai-nilai Buddha mengajarkan kepada saya untuk tidak selalu mengikuti naluri dan berusaha untuk menahan diri. Saya memang telah kehilangan hal-hal yang pernah saya terima.”